Kamis, 24 November 2011 1 komentar

Peran Luar Biasa dari Perempuan Indonesia dalam Pemerintahan



Indonesia adalah negara demokrasi, yang artinya pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat. Hal ini dapat berarti bahwa rakyat dapat terjun langsung dalam pemerintahan. Rakyat Indonesia disini terdiri atas manusia yang berjenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Sudah seharusnya dalam pemerintahan Indonesia tidak hanya laki-laki yang dapat terjun di dunia politik dan pemerintahan melainkan perempuan juga dapat melakukan hal yang sama di dunia politik dan pemerintahan.
            Partisipasi perempuan dalam dunia politik dan pemerintahan merupakan terobosan baru yang dilakukan oleh perempuan Indonesia masa kini. Sebab dahulu perempuan Indonesia kedudukannya tidak lebih seperti seorang pelayan, yang pekerjaannya hanya berkutat seputar dunia dapur, sumur, dan kasur. Banyak perempuan Indonesia dahulu yang tidak mengenyam pendidikan, karena yang berhak mengenyam pendidikan tinggi adalah laki-laki. Bahkan Raden Adjeng Kartini, pahlawan wanita Indonesia, yang notabene adalah anak seorang bangsawan pun tidak diberi izin oleh orang tuanya ketika hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Perempuan Indonesia tidak mendapatkan kebebasan seperti halnya laki-laki. Kondisi seperti inilah yang tidak akan membuat perempuan Indonesia berkembang.
Sebuah gerakan awal muncul dari R. A. Kartini yang tidak ingin melihat nasib kaum wanita selalu terkekang dan tidak mendapat kebebasan untuk menunjukkan kemampuan dirinya. Beliau mendirikan sekolah wanita di daerahnya. Perjuangan R. A. Kartini dapat kita lihat sampai saat ini, bahwa sudah  cukup banyak wanita Indonesia yang terjun dalam dunia politik dan pemerintahan Indonesia.
Perempuan Indonesia masa kini sudah sangat hebat, maju dan tidak kalah saing dengan laki-laki Indonesia sehingga dapat menduduki posisi penting dalam pemerintahan. Hal itu membuktikan bahwa kualitas diri perempuan Indonesia tidak perlu diragukan lagi untuk duduk sejajar dengan laki-laki di ruang politik, publik, maupun pemerintahan. Kemampuan wanita tidak dapat diremehkan, sekali wanita bergerak maka mampu mengubah dunia ini. Oleh karenanya peran penting perempuan di Indonesia merupakan  ujung tombak kemajuan suatu negara, termasuk Indonesia.
Di Indonesia sendiri memang cukup memperhatikan nasib kaum perempuan, ini dibuktikan dengan adanya Menteri Pemberdayaan Perempuan, bukan Menteri Pemberdayaan Laki-laki yang tentu saja menterinya adalah seorang perempuan yang sangat luar biasa. Tidak mungkin Menteri Pemberdayaan Perempuannya adalah seorang laki-laki. Ada pula menteri-menteri di Indonesia yang dijabat oleh perempuan, seperti Menteri Kesehatan saat ini. Padahal untuk menjadi Menteri Kesehatan dapat dijabat oleh seorang pria, namun lagi-lagi perempuan Indonesia mampu menunjukkan kualitas dirinya sehingga jabatan Menteri Kesehatan yang aslinya dapat dijabat oleh laki-laki tetapi saat ini dijabat oleh seorang perempuan.
Bahkan presiden kelima Indonesia adalah seorang wanita yang merupakan presiden wanita pertama di Indonesia yaitu Megawati Soekarno Putri. Ada pula wanita Indonesia yang menjadi kepala daerah maupun anggota DPR. Selain itu Indonesia masih mempunyai wanita pintar seperti Sri Mulyani yang bahkan sudah berkiprah hingga jenjang internasional.
Ini adalah sedikit contoh partisipasi wanita di ruang publik, politik maupun pemerintahan Indonesia. Para lelaki yang mempunyai jabatan tinggi pun tidak akan lepas dari kiprah perempuan di dalamnya. Sebagai contoh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang sudah menjabat sebagai presiden selama dua periode ini. Beliau tentu saja lahir dari rahim seorang perempuan yang tangguh. Selain itu kiprah Presiden SBY dalam menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia tidak akan lepas dari campur tangan seorang wanita yang sungguh luar biasa hebat yaitu istri beliau, Ibu Ani Yudhoyono, yang begitu setia mendampingi, memberi dorongan serta nasehat untuk suaminya.
Apabila istri baik tentu saja suaminya akan baik pula. Seorang suami apabila ada masalah pasti akan bercerita kepada istrinya. Begitu pula dengan Presiden SBY, apabila beliau mempunyai masalah maka beliau pasti akan menceritakan masalah tersebut kepada istrinya, dan istri beliau pasti akan memberikan nasehat-nasehat dan dorongan yang dapat membuat Presiden SBY lebih bijak dalam memerintah Republik Indonesia. Jadi berita bahwa Presiden adalah orang nomor satu di Indonesia sebenarnya kurang relevan, karena yang seharusnya menjadi orang nomor satu di Indonesia adalah Istri beliau yang merupakan seorang perempuan Indonesia.
Kiprah perempuan menjadi orang nomor satu di Indonesia ini tidak lantas menjadikan kebebasan yang penuh untuk perempuan bergerak. Pemerintah Indonesia masih membatasi ruang gerak perempuan untuk berkarir di pemerintahan. Namun proporsi perempuan untuk memegang jabatan di pemerintahan Indonesia masih sangat kecil bila dibandingkan dengan laki-laki.
Seharusnya perempuan Indonesia mendapatkan proporsi yang seimbang dengan laki-laki dalam pemerintahan, karena antara laki-laki dan perempuan itu sama kedudukannya dalam hukum dan pemerintahan seperti yang tertuang dalam UUD 1945. Tidak ada perbedaan gender dalam berkiprah untuk memajukan bangsa Indonesia. 
 (karyaku)
Rabu, 16 November 2011 1 komentar

Minat Anak Terhadap Pelajaran Matematika

       
         Banyak manfaat yang akan diperoleh dari belajar matematika. Baik itu untuk kehidupan sehari-hari maupun untuk dasar ilmu-ilmu lainnya. Akan tetapi banyak pula siswa yang tidak suka pada pelajaran matematika. Seperti yang diungkapkan oleh Ruseffendi, matematika (ilmu pasti) bagi anak-anak dan secara umumnya merupakan pelajaran yang tidak disenangi dan atau pelajaran yang dibenci. Banyak juga anak yang beranggapan bahwa matematika adalah pelajaran yang sulit dan membosankan.
Dikatakan sulit karena matematika adalah pelajaran tentang hal-hal yang abstrak sehingga sulit untuk dipahami. Sementara matematika dianggap membosankan karena matematika hanya belajar mengenai angka-angka saja. Selain itu kurangnya peranan siswa dalam pembelajaran menyebabkan siswa tidak berminat terhadap pelajaran matematika karena siswa harus menerima ilmu yang diberikan oleh guru saja.
            Pada awalnya keluhan-keluhan tentang pelajaran matematika muncul ketika anak berada pada jenjang SD, karena keluhan tersebut tidak teratasi, maka menjalar ke jenjang yang lebih tinggi. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, karena jenjang SD merupakan landasan dari seluruh proses pendidikan yang akan dijalani oleh seseorang.
            Menurut Catur S (2009:1) ada beberapa faktor yang menyebabkan siswa tidak memiliki minat yang tinggi terhadap pelajaran matematika. Faktor-faktor tersebut adalah faktor budaya, faktor sistem pendidikan, faktor sistem penilaian, faktor keluarga, faktor guru dan faktor bidang studi matematika itu sendiri.
            Faktor budaya adalah tentang cara pandang masyarakat yang kurang senang dengan budaya kerja keras. Masyarakat sering melihat dari televisi bahwa orang dapat sukses secara instan tanpa harus bekerja keras. Padahal matematika adalah pelajaran yang membutuhkan kerja keras dan konsentrasi tinggi, sehingga dengan budaya yang tidak mau bekerja keras tentu akan menjadikan matematika pelajaran yang membosankan.
            Sistem pendidikan di Indonesia cenderung menentukan segala sesuatunya dari atas. Proses belajar masih berpusat pada guru dan belum memperhatikan perkembangan dan kebutuhan siswa. Masalah lain adalah kurikulum yang padat akan materi tetapi dengan alokasi waktu yang sedikit. Kondisi seperti ini akan menyebabkan siswa merasa tidak cukup waktu untuk mempelajari matematika sesuai dengan tuntutan kurikulum yang ada.
            Selain alasan di atas, sistem penilaian di sekolah cenderung hanya menilai hasil akhir pekerjaan siswa saja dan bukan menilai proses pekerjaan siswa. Hal ini akan mengakibatkan siswa yang sudah bekerja keras jika hasilnya salah, maka akan memperoleh nilai yang jelek dalam pelajaran matematika.
            Faktor orang tua atau keluarga juga merupakan hal yang penting dalam membantu anak belajar matematika. Meskipun orang tua memiliki cukup waktu untuk memperhatikan perkembangan belajar anaknya, namun karena banyak orang tua yang tidak menguasai matematika dan cara membelajarkannya maka mereka mengalami kesulitan sehingga kebingungan ketika anak mempunyai masalah matematika.
            Faktor guru dalam pembelajaran matematika juga adalah hal yang sangat penting. Dibandingkan dengan guru-guru bidang studi lain, guru matematika cenderung mudah terkena godaan untuk cepat marah terhadap siswa. Hal ini disebabkan pada satu sisi ada tuntutan untuk memenuhi kurikulum, target kelulusan lewat ujian nasional, dan lain-lain, sedangkan pada sisi lain banyak siswa yang cenderung lamban dalam mempelajari dan mengerjakan soal-soal matematika.
            Faktor yang terakhir adalah faktor sifat bidang studi matematika. Matematika mempunyai karakteristik yang sangat khas dan berbeda dengan disiplin ilmu lain. Sifat khas ini membuat kebanyakan siswa tidak mudah untuk secara langsung menaruh minat terhadap matematika. Anak harus bekerja keras untuk dapat melihat daya tarik matematika. Sayangnya, banyak anak yang tidak memiliki ketekunan dan mau untuk bekerja keras dengan matematika.
Adanya terobosan pembaharuan terhadap matematika inilah diharapkan akan menumbuhkan rasa cinta untuk belajar matematika secara mudah dan menyenangkan. Dengan dimilikinya rasa cinta terhadap matematika akan membuat siswa lebih rajin dalam belajar matematika sehingga prestasi belajarnya akan meningkat.


SUMBER:

Ruseffendi, E. T. 1988. Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito
Suherman, dkk. 2001. Common Text Book Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer . Bandung: Penerbit JICA-UPI
Supatmono, Catur. 2009. Matematika Asyik. Jakarta: Grasindo

Selasa, 15 November 2011 1 komentar

Tugas Power Point

Ini tugas pertamaku dalam Mata Kuliah Multimedia Pembelajaran Matematika.
Aku disini membuat presentasi tentang materi "RELASI".


SK: Memahami bentuk aljabar, relasi, fungsi, dan
persamaan garis lurus

KD: 1.3 Memahami relasi dan fungsi

Indikator: Siswa dapat menyatakan suatu relasi dengan berbagai cara

Untuk mengunduh power point "relasi", silahkan  klik disini 

.....semoga bermanfaat....
 
;