Jumat, 23 Desember 2011 2 komentar

Merpati Juga Pintar Matematika



 William van der Wiet

Merpati tengah menjalani tes berhitung.

Kecerdasan bangsa burung semakin terkuak lewat penelitian. Burung beo abu-abu Afrika memiliki kemampuan verbal yang hebat, burung scrub jay memiliki memori yang luar biasa, sementara gagak Kaledonia Baru punya kemampuan menggunakan peralatan. Kini, ilmuwan berhasil membuktikan bahwa merpati juga pintar matematika.

Berdasarkan studi yang dilakukan Dr Damian Scarf dan timnya dari Universitas Otago, burung punya kemampuan berhitung, mengurutkan angka abstrak dari yang terkecil ke yang paling besar, dari 1 sampai 9. Hasil ini mencengangkan sebab kemampuan serupa semula diperkirakan hanya ada pada bangsa primata.
Hasil penelitian menunjukkan, merpati bisa memahami bahwa dua lebih besar dari satu, dan tiga lebih besar dari dua.
Untuk mendapatkan hasil tersebut, awalnya ilmuwan melatih merpati dengan 35 set gambar himpunan. Masing-masing dengan satu, dua, dan tiga obyek yang warna dan bentuknya berbeda. Selanjutnya, merpati dihadapkan dengan himpunan obyek yang lebih besar tanpa dilatih untuk meneliti apakah mereka masih tetap mampu mengurutkannya.

Hasil penelitian menunjukkan, merpati bisa memahami bahwa dua lebih besar daripada satu, dan tiga lebih besar daripada dua. Meski tanpa latihan, merpati juga terbukti memahami bahwa enam lebih besar daripada lima dan seterusnya. Kemampuan merpati ini menyamai kemampuan monyet rhesus yang pernah diteliti dengan metode yang sama tahun 1990-an.

"Penemuan kami menambah bukti bahwa merpati merupakan salah satu spesies burung yang memiliki kemampuan mental hebat," kata Scarf, seperti dikutip Physorg, Kamis (22/12/2011).

Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Science, Kamis (22/12/2011), juga memberi bukti bahwa bangsa burung tak kalah cerdas dengan primata.

Scarf, seperti diuraikan New York Times, mengatakan, kemampuan burung dan primata dalam menghitung didapatkan melalui evolusi. Nenek moyang burung dan primata yang hidup 300 juta tahun lalu memang memiliki kemampuan berhitung yang kemudian diturunkan. Scarf bertaruh, kemampuan ini pasti menguntungkan bagi dua bangsa hewan itu.

Penelitian Scarf dipublikasikan di jurnal Science yang terbit Jumat (23/11/2011). Hingga saat ini belum diketahui apakah merpati mampu menyusun himpunan obyek yang jumlahnya lebih besar, lebih dari 9. Namun, penelitian masih akan terus dilanjutkan, termasuk mengamati aktivitas otak merpati ketika sedang berhitung.



SUMBER : http://sains.kompas.com (Dunedin)
Kamis, 22 Desember 2011 1 komentar

Mulianya Seorang Ibu


B042.jpgTangan halus dan suci, tlah mengangkat tubuh ini. . .
Jiwa raga dan seluruh hidup rela ‘dia’ berikan. . .
Kata mereka diriku slalu dimanja. . .
Kata mereka diriku slalu ditimang . . .
Oh bunda ada dan tiada dirimu kau selalu di dalam hatiku. . .

Tahu kan lagu yang diatas? Lagu di atas adalah lagu yang menceritakan tentang seorang ibu..Dan,, sekarang perhatikan foto ini baik-baik !!!!


Foto di atas aku ambil ketika aku melakukan perjalanan ke Jember untuk menghadiri suatu kegiatan sebagai delegasi dari UKM dan kampusku.  Aku memotret dari dalam bis yang saat itu baru memasuki wilayah Jawa Timur..
Unik...dan....Luar Biasa...
Itulah kata yang dapat aku ungkapkan untuk foto itu..
UNIK karena ada anak yang dimasukkan ke dalam keranjang sayuran..sembari motor tetap jalan..
LUAR BIASA karena yang mengendarai adalah seorang wanita..seorang ibu..

BETAPA TIDAK????
Dari fenomena itu kita tahu..bahwa IBU tidak akan pernah meninggalkan anaknya,,walau harus bekerja pun anaknya tetap diikutkan..Kasih sayang ibu sangatlah LUARRRR BIASA...Tapi kasih sayang kita???

            Ibu adalah seorang wanita perkasa, tangguh, hebat, dan paling berjasa untuk kita. Kita ada di dunia ini bukan semata-mata perjuangan yang mudah, melainkan perjuangan yang sangat sulit dan membutuhkan banyak pengorbanan. Ibulah wanita yang telah mengandung kita selama 9 bulan. Beliau yang telah menjadikan kita ada dengan melahirkan kita, merawat kita, menjaga kita, menyayangi kita, dan mendidik kita. Tidak ada orang yang mau berkorban sebagaimana pengorbanan seorang ibu. Hanya ibulah yang rela meregang nyawa demi kita. Demi kita yang selalu dinanti kehadirannya untuk menghiasi hari-hari indah ibu. 
            Ketulusan hati seorang ibu tidak diragukan lagi kebenarannya. Beliau selalu bersedia meneteskan air mata untuk anaknya. Juga do’a ibu akan selalu mengiringi langkah hidup anaknya. Saat kita melakukan kesalahan yang besar, dimana orang-orang tidak dapat memaafkan kesalahan kita, hanya ibulah yang ada untuk kita dan akan tetap memaafkan segala kesalahan kita. Begitu  indahnya kasih sayang seorang ibu, yang sampai kapan pun kita tidak dapat membalasnya.
            Do’a seorang ibu amatlah mustajab, baik itu do’a yang baik ataupun do’a yang buruk. Begitulah cara Allah swt. mengistimewakan seorang ibu. Oleh karena itu, jangan pernah kita mendurhakai orang tua, apalagi ibu kita, karena itu adalah dosa besar. Kita harus selalu berbakti pada orang tua, terutama ibu. Minimal kita harus mendo’akannya, karena apabila kita tidak mendoakan orang tua, maka putuslah rezeki kita. Seperti yang tertulis dalam hadist berikut ini:

Apabila seorang meninggalkan do’a bagi kedua orang tuanya maka akan terputus rezekinya. (HR. Ad-Dailami)
            Subhanallah…begitu mulianya pengorbanan seorang ibu hingga Allah swt. merelakan surga berada di telapak kaki ibu. Kasih sayang dan cinta ibu terhadap anaknya sangatlah besar.
Sahabat-sahabat…Muliakanlah ibumu, cintailah dan hormatilah beliau selama beliau masih ada di sampingmu. ;)

I Love mamah asri…
Jumat, 16 Desember 2011 2 komentar

Membelajarkan Anak untuk Belajar dan Mencintai Matematika melalui Outbond Matematika

Pengertian matematika berdasarkan etimologis (Elea Tinggih, 1972:5), perkataan matematika berarti pengetahuan yang diperoleh dengan bernalar. Matematika terbentuk sebagai hasil pemikiran manusia yang berhubungan dengan ide, proses dan penalaran (Ruseffendi ET, 1980: 148). Pada tahap awal matematika terbentuk dari pengalaman manusia dalam dunianya secara empiris, karena matematika sebagai aktivitas manusia kemudian pengalaman itu diproses dalam dunia rasio, diolah secara analisis dan sintesis dengan penalaran di dalam struktur kognitif sehingga sampailah pada suatu kesimpulan berupa konsep-konsep matematika.
Matematika merupakan pelajaran wajib yang diajarkan di semua tingkat satuan pendidikan, mulai dari tingkat rendah seperti SD, SMP hingga SMA. Bahkan di tingkat perguruan tinggi matematika masih sangat dibutuhkan, misalnya untuk menunjang perhitungan dalam skripsi, tesis, dan juga disertasi. Jadi seseorang suka atau tidak suka terhadap Matematika, tetap saja akan bertemu matematika, baik itu dalam pembelajaran formal, maupun dalam kehidupan sehari-hari. Matematika sebagai Queen of Science, yang berarti bahwa matematika adalah ratu dari ilmu pengetahuan. Matematika sebagai alat bantu dan pelayan bagi ilmu-ilmu  lain, seperti fisika, kimia, biologi, astronomi, teknik, ekonomi, kedokteran, pertanian, farmasi, dan lain sebagainya. Sayangnya matematika merupakan pelajaran yang masih dianggap sulit dan membosankan, bahkan ada siswa yang menganggap matematika adalah pelajaran yang menakutkan dan mematikan. Oleh karena itu kebanyakan orang akan merasa malas untuk belajar matematika.

Matematika sebagai suatu pertanda perkembangan intelegensi manusia, matematika juga merupakan salah satu cara mengembangkan cara berpikir. Hal tersebut menunjukkan bahwa matematika sangat diperlukan, baik untuk kehidupan sehari-hari maupun dalam menghadapi kemajuan IPTEK, untuk itu matematika perlu dibekalkan pada siswa sejak Sekolah Dasar (SD). Hingga saat ini sudah banyak ditemukan, disusun dan dikembangkan berbagai macam model, pendekatan, dan metode pembelajaran untuk pelajaran matematika. Sebagian besar metode tersebut diyakini dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Namun kenyataannya masih banyak peserta didik yang mengalami kesulitan. Padahal proses pembelajarannya dilakukan dengan strategi pembelajaran yang relevan. Walaupun metode pembelajarannya relevan, siswa cenderung merasa bosan karena pembelajarannya dilakukan dalam kelas. Kesulitan menemukan strategi pembelajaran yang relevan sering terjadi di kalangan guru Sekolah Dasar (SD) dikarenakan para peserta didiknya masih dalam fase dunia bermain.

Inovasi yang mampu mengkolaborasikan antara dunia bermain anak dengan kemampuan berpikir akademis siswa sangat baik tentunya agar tercapainya tujuan pembelajaran. Dunia bermain anakpun tidak sepenuhnya dipandang negatif sebaiknya oleh para orangtua maupun guru. Anak-anak dapat mengeksplorasi dirinya ketika bermain, mereka dapat beraksi, berkreatifitas, bahkan meningkatkan kemampuan berkomunikasi mereka dengan rekan bermainnya.

Mengingat pentingnya mata pelajaran matematika dan dunia bermain anak ,penulis mengembangkan pembelajaran matematika melalui kegiatan outbond. Tujuannya adalah untuk meningkatkan pemahaman siswa dengan menekankan pada aplikasi matematika secara realistik. Kegiatan ini tidak serta merta meningkatkan mutu pendidikan matematika begitu saja, tetapi paling tidak, ada langkah nyata yang mengarah kepada pencapaian tujuan tersebut. Harapannya dengan adanya outbond matematika ini menjadi jalan bagi siswa Sekolah Dasar (SD) agar lebih menyenangi dan respect terhadap matematika, sehingga pada akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar matematikanya.


          
           Outbond matematika ini menerapkan konsep permainan outbond secara umum. Perbedaannya adalah outbond matematika ini didasari oleh metode permainan dalam pembelajaran matematika, yaitu cara menyajikan bahan belajar melalui bermain sehingga muncul unsur kompetisi secara sehat, perjuangan-usaha untuk menang, tumbuh rasa kebersamaan, dan kemampuan identifikasi, eksplorasi, inkuiri, generalisasi bisa terlatih.

Belajar dengan bermain akan lebih efektif dibandingkan belajar dengan struktur yang baku, seperti mendengarkan ceramah, duduk manis, dan hanya diam dalam kelas. Dalam bermain anak akan mengalami proses untuk membangun pengetahuan sendiri dan memberi makna pada pengetahuan yang dibangunnya tersebut.

            Dalam kegiatannya, outbond matematika ini menggunakan prinsip-prinsip outbond secara umum yaitu adanya kerjasama tim dan pos-pos permainan. Permainan-permainan matematikanya dipilih yang sesuai dengan tingkat pendidikan. Misalnya peserta outbond siswa SD maka permainannya seputar materi matematika tingkat SD yang sesuai untuk kerjasama tim. Contoh permainannya adalah Pos Berkeringat Sehat, Pos Menghitung Bintang, Pos Kotak Ajaib, Pos Pohon Faktor, dan pos-pos lainnya yang permainannya dipilih sesuai kondisi pesertanya.

Dalam pos berkeringat sehat, permainan ini akan disediakan 4 buah kardus yang digunakan sebagai kendaraanuntuk melaju dari garis start sampai finish. Sesampainya di tengah lintasan, regu yang sedang bermain dipersilakan untuk meledakkan satu buah balon yang diikat di tembok ataupun di pohon. Jawab soal yang ada di dalamnya. Setelah menjawab, laju kardus-kardus tadi sampai ke ujung lintasan. Ambillah bendera jawaban yang sesuai kemudian lajukan kardus-kardus tersebutsampai ke garis finish. Untuk pos menghitung bintang, setiap regu yang bermain diberi satu buah bintang dan busur derajat. Masing-masing dari mereka diperintahkan untuk menghitung salah satu sudut yang terdapat pada bintang tersebut.

Untuk pos-pos berikutnya disesuaikan dengan kondisi peserta. Keseluruhan outbond matematika ini berlangsung selama 3 jam, dengan pengaturan 6-8 orang setiap kelompok, kelompoknya diatur sehingga dapat bertemu di pos-pos permainan. Untuk penilaian permainan outbond matematika ini adalah jika menjawab benar akan mendapat point 1, menjawab benar dan epat akan mendapat point tambahan 1, dan menjawab salah mendapat point 0. Keseluruhan nilai-nilai tersebut akan diakumulasikan dan pengumuman nilainya akan seperti teknis pengumuman ajang pencarian bakat di salah satu TV swasta, yaitu dengan menggunakan raport merah dan biru, kemudian akan mendapat hadiah-hadiah.

           Untuk waktu outbond disesuaikan dengan kesepakatan antara siswa, guru dengan pihak pengelola dan pelaksana outbond matematika. Selain itu tempatnya akan berada di tempat khusus outbond yaitu berada di alam terbuka sehingga diharapkan akan muncul rasa cinta terhadap matematika agar nantinya anak lebih menikmati ketika pembelajaran matematika di sekolah.



Sumber:

 Ruseffendi, E. T. 1988. Pengantar kepada Membantu Guru Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika untuk meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito

 Suherman, dkk. 2001. Common Text Book Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer . Bandung: Penerbit JICA-UPI
  Supatmono, Catur. 2009. Matematika Asyik. Jakarta: Grasindo








Rabu, 14 Desember 2011 1 komentar

Tugas Video Mulmed

Ini adalah tugas besar...big project dari Ibu Dewi dan Ibu Tia..
Kali ini saya dan teman2 kelompok saya membuat video alat peraga.
Alat peraga yang kami gunakan adalah Diagram Pie.

Wah...proses pembuatannya cukup lama,,latihannya,,shootingnya dann juga editingnya...
Tapi jadi asik..kerasa banget serasa jadi Sutradara, Produser dan Editornya,,eh kamerawati juga...


Dari tugas ini saya tahu bagaimana proses dalam pembuatan film itu ternyata tidak mudah,,apalagi pas editingnya..benar2 harus teliti dan menuangkan kreativitas yang unik..

Inilah hasil karya Saya dan teman-teman saya.....
klik di sini  untuk melihatnya :)
 
;